PT. Hua Yao Energi
AboutProductsAdvantagesNewsContact
ENID中文
Contact Us
PT. Hua Yao Energi

Dapatkan pembaruan pasar batubara langsung ke email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami dan setuju menerima pembaruan dari PT. HUA YAO ENERGI.

Perusahaan

Tentang kamiStockpileProduk batubaraBeritaKontak

Ikuti kami

TikTokInstagramLinkedInYouTube

© 2026 HUA YAO ENERGI. Hak cipta dilindungi.

Kebijakan PrivasiSyarat LayananPengaturan Cookie
  1. Home
  2. /
  3. Articles
  4. /
  5. Coal Industry
←Back to Articles
Jun 13, 2026·2 min read
Coal Industry

Stok Batubara PLTU Menipis, Jawa-Madura-Bali Terancam Gelap di Tengah Desakan Copot Dirut PLN

Stok Batubara PLTU Menipis, Jawa-Madura-Bali Terancam Gelap di Tengah Desakan Copot Dirut PLN

Pasokan batubara untuk PLTU di Jawa, Madura, dan Bali dilaporkan berada di level kritis, memicu pemadaman bergilir sejak 8 Juni 2026. Di tengah krisis ini, desakan untuk merombak jajaran direksi PLN pada RUPS 15 Juni semakin menguat.

Pulau Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dibayangi ancaman krisis kelistrikan serius. Pemadaman bergilir dilaporkan telah berlangsung sejak Senin (8/6/2026) di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, dengan sistem Jamali dikabarkan tekor pasokan hingga 750 MW pada siang hari dan melonjak ke 1.500 MW saat beban puncak malam.

ChatGPT Image 13 Jun 2026, 09.01.35

Stok Batubara Nyaris Habis

Sumber dari internal PLN menyebut pemadaman bergilir di Jawa terpaksa dilakukan demi pemerataan energi, sementara Bali dan Jakarta tetap diupayakan menyala karena performa PLN harus dijaga selagi Presiden berada di Jakarta.

Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN), Teuku Yudhistira, memaparkan data yang mengkhawatirkan. Berdasarkan catatannya, PLTU milik PLN Group hanya memiliki cadangan batubara sekitar 12 hari, sedangkan PLTU IPP tinggal 11 hari — jauh di bawah standar Peraturan Direksi PLN yang mewajibkan stok minimal 26 hari. Per 9 Juni 2026, sejumlah PLTU di Jamali yang dikendalikan PLN Group sudah masuk kategori "lampu merah", antara lain Paiton, Pacitan, Tanjung Awar-awar, Rembang, Indramayu, Adipala, Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, dan Tanjung Jati. Sementara PLTU IPP yang kondisinya juga kritis meliputi Paiton, Jawa, Cilacap, dan Celukan Bawang.

Yudhistira mendesak Presiden Prabowo segera mengambil langkah strategis. Ia menegaskan listrik adalah kebutuhan vital yang jika tidak cepat ditangani bisa membuat Pulau Jawa lumpuh.

Desakan Rombak Total Direksi PLN di RUPS 15 Juni

Krisis ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap kinerja Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang telah menjabat hampir enam tahun. Yudhistira menilai momentum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 15 Juni 2026, sesuai penegasan COO Danantara Dony Oskaria, harus dimanfaatkan Presiden untuk merombak total jajaran direksi dan komisaris PLN.

Ia menilai Darmawan Prasodjo sudah pantas dicopot karena kinerjanya dianggap buruk dan lebih mengedepankan pencitraan, di tengah kondisi perusahaan yang babak belur selama masa kepemimpinannya. Direktur lain seperti Direktur LHC Yusuf Didi juga dinilai perlu diganti untuk penyegaran.

Tudingan ini menambah deretan kritik yang sudah mengarah ke Darmawan sejak rangkaian blackout besar yang melanda Sumatera pada akhir Mei 2026. Kelompok masyarakat sipil Jaga Marwah bahkan secara terbuka menyebut Darmawan sudah tidak layak memimpin PLN dan harus dipecat karena masa jabatannya yang sudah terlalu lama.

Belum ada tanggapan resmi dari PLN terkait tuduhan-tuduhan ini maupun rencana RUPS mendatang.

Tags:PLNKrisis ListrikBatubaraPLTUPemadaman BergilirJawa Madura BaliDarmawan PrasodjoRUPS PLNenergi IndonesiaDanantara
←All Articles
Share:

More Articles

HBA Batu Bara Juni 2026 Kompak Menguat: Sinyal Positif atau Babak Baru Tekanan Energi Global?
Jun 06, 2026

HBA Batu Bara Juni 2026 Kompak Menguat: Sinyal Positif atau Babak Baru Tekanan Energi Global?

Seluruh kategori Harga Batu Bara Acuan (HBA) Juni 2026 resmi naik. Apa artinya bagi industri energi nasional dan pelaku usaha sektor tambang?

2 min read

Harga Batu Bara Diam-Diam Mendekati US$ 150 per Ton — Apa Artinya bagi Industri Energi?
Jun 04, 2026

Harga Batu Bara Diam-Diam Mendekati US$ 150 per Ton — Apa Artinya bagi Industri Energi?

Pasar komoditas energi global kembali bergejolak. Harga batu bara internasional secara diam-diam merangkak naik dan kini hampir menyentuh level psikologis US$ 150 per ton — sebuah angka yang terakhir kali dicapai lebih dari dua bulan lalu. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara kontrak Juli pada penutupan perdagangan 2 Juni 2026 tercatat di US$ 148 per ton, melonjak 2,2% dalam satu sesi. Ini menjadi harga penutupan tertinggi sejak 30 Maret 2026.

1 min read

Tidak Semua Batu Bara Cocok untuk Semua Industri
May 28, 2026

Tidak Semua Batu Bara Cocok untuk Semua Industri

Pemilihan batu bara yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan performa industri. Setiap kategori batu bara memiliki ukuran dan fungsi berbeda, mulai dari kebutuhan temperatur tinggi hingga industri kertas dan garment. Dengan memahami jenis batu bara yang sesuai, perusahaan dapat menjaga kualitas produksi sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi. Untuk kebutuhan supply batu bara berkualitas dan stabil, percayakan bersama PT. Hua Yao Energi.

1 min read